Tidak salah jika orang bilang Alazka mantap Agamanya, hal ini terbukti muncul keimanan siswa ketika ada perintah berqurban, 91 ekor kambing dan 10 ekor sapi dipotong pada hari Nahar 1437 Hijriah di lapangan Sekolah Al-Azhar Kelapa Gading Jakarta Utara.  Sekolah yang mengedepankan karakter dan bertarap international ini, tidak tanggung-tanggung mengajak para siswanya menabung untuk berqurban, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya dalam waktu  lebih kurang 1 bulan tabungan siswa ada yang sudah mencapai harga 1 ekor kambing dan ada yang menggabungkan untuk membeli sapi dengan istilah yang unik TOSS (tujuh orang satu sapi) demikian dituturkan ketua qurban 2016 Drs. Maman Sutiaman. Sebagai bukti lain nilai-nilai keagamaan mantap, tahun-tahun sebelumnya sekolah islam ini pernah memotong 165 ekor kambing dan 12 ekor sapi.  Sebagaimana biasa daging qurban didistribusikan kepada para mustahiq di sekitar Alazka dan sekitar tempat tinggal guru/karyawan Alazka. Berikut ini redaktur Majalah MASA mengemukakan hikmah dan keutamaan qurban pada hari-hari tersebut, agar kita terpikat untuk mampu berkurban pada tahun mendatang.

 

1.      Kebaikan dari setiap helai bulu hewan qurban

Dari Zaid ibn Arqam, mereka berkata : “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab : “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab : “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab : “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.” Mereka menjawab : “Kalau bulu-bulunya?” Rasulullah menjawab : “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]

 

2.      Berqurban adalah ciri keislaman seseorang

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda : “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]

 

3.      Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah

Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda : “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu-bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah sebagai qurban dimanapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan : Hadits ini adalah hasan gharib]

 

4.      Berqurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa

“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” [HR. Muslim]

 

5.      Berqurban adalah ibadah yang paling utama

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu ; dan berqurbanlah.” [Qur’an Surat Al Kautsar : 2]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra. sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.”

“Katakanlah : sesungguhnya shalatku, sembelihanku (qurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162]

Beliau juga menegaskan : “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat.”

 

6.      Berqurban adalah sebagian dari syiar agama Islam

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [Qur’an Surat Al Hajj : 34]

 

7.      Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim. Ibrahim berkata : “Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab : “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu ; Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia : “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” [Qur’an Surat Ash Shaffat : 102 – 107]

Berkenaan dengan idul qurban ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan, dari Nabi  shallallahu ‘alaihi wasallam  diriwayatkan oleh  al Jama’ah  kecuali Al Bukhari yaitu dari Ummu Salamah ra,

إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ

“Jika kalian telah menyaksikan hilal Dzul Hijah (maksudnya telah memasuki satu Dzulhijah, pen) dan kalian ingin berqurban, maka hendaklah shohibul qurban membiarkan (artinya tidak memotong) rambut dan kukunya.”[1]

 

Dalam lafazh lainnya,

مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ فَإِذَا أُهِلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ

 

“Siapa saja yang ingin berqurban dan apabila telah memasuki awal Dzulhijah (1 Dzulhijah), maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sampai ia berqurban.”[2]